Minimasi Jumlah Produk Cacat dengan Implementasi Six Sigma dan Eksperimen Taguchi


Penulis:Widi Nugraha, Lucie Maria
ISSN:2337-3636
Vol:6
Bulan/Tahun:DESEMBER /2018
Abstrak:

Abstrak
Produk injeksi yang diproduksi di PT. LUCAS DJAJA adalah berupa cairan dalam wadah ampul dan vial. Perusahaan memiliki target ouput produksi sebanyak 47.600 bulk produk (Produk Akhir) untuk setiap produksi (batch). Syarat minimum total bulk produk per batch yang ditetapkan perusahaan adalah ≥ 87% setara dengan 41.412 bulk produk. Sejauh ini total output tidak pernah kurang dari syarat minimum tersebut. Menurut data aktual perusahaan, rata-rata jumlah Produk Ruah Sementara selama produksi pada bulan Juli 2016 tidak mencapai target. Bobot rata-rata Produk Ruah Sementara sebesar 96,22% tidak memenuhi syarat minimal bobot sebesar ≥ 97,00%, sedangkan rata-rata bobot Produk Ruah Akhir sebesar 95,33% telah memenuhi syarat ≥ 92,00%. Penelitian ini berupaya untuk meminimasi cacat Produk Ruah Sementara. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah Metode Six Sigma dan Metode Eksperimen Taguchi. Pada metode Six Sigma dilakukan empat tahap yaitu DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve). Hasil uji Define adalah rata-rata output Produk Ruah Sementara ≥ 97.00% dan rata-rata output Produk Ruah Akhir ≥ 92.00%. Dari kedua jenis Produk Ruah tersebut dihasilkan dua tipe cacat yaitu tipe cacat Karena Proses Filling pada Produk Ruah Sementara, terdiri dari cacat Pecah dan Bulk Produk Tidak Terpenuhi. Tipe cacat kedua yaitu tipe cacat Visual pada Produk Ruah Akhir, terdiri dari jenis cacat hitam, serat, beling, runcing, pecah, print, dan kemasan. Tindakan yang direkomendasikan yaitu mencari kecepatan mesin filling yang optimal dengan mempertimbangkan kualitas kinerja operator mesin filling menggunakan metode eksperimen Taguchi. Pada tahap Improve terdapat tiga tahap eksperimen menggunakan metode eksperimen Taguchi. Hasil cacat dari eksperimen 1 adalah 6.2%. Hasil dari eksperimen 2 ini menunjukkan setting faktor terbaik yaitu Kecepatan Mesin Filling 50RPM, dan Kinerja Operator bernilai 75. Kemudian hasil eksperimen 3 adalah percobaan dengan menggunakan setting optimal (hasil dari eksperimen 2). Rata-rata persentase cacat hasil eksperimen ini adalah 3.17%. Terlihat terjadi penurunan persentase cacat antara penggunaan setting rutin dengan setting optimal. Setelah output dibandingkan antara setting kondisi awal dengan kondisi optimal terjadi peningkatan nilai sigma dari 3.28σ menjadi 3.36σ, walaupun masih belum bisa mencapai syarat minimum perusahaan sebesar ≥3.39σ.
Kata Kunci: Cacat Produk, Metode Six Sigma, Metode Eksperimen Taguchi.


   

PT. PRATAMA CYBER SOLUTION